5 Teori Manajemen Keuangan Menurut Para Ahli

Manajemen Keuangan

Setiap ilmu pengetahuan pasti memiliki sejarah perkembangan, yang menjadi proses panjang tumbuh kembang pengetahuan tersebut. Sama hal nya dengan ilmu yang lain, teori manajemen keuangan juga berevolusi mengalami perkembangan penyempurnaan oleh ahli dibidangnya.

Penasaran apa saja teori manajemen keuangan menurut para ahli?

Berikut beberapa kumpulan teori manajemen keuangan menurut para ahli.

Yuk ikuti ulasannya….

Teori Pasar Modal Efisien (Efficient Capital Market Theory)

Teori manajemen keuangan pertama ini berasumsi bahwa pasar modal efisien. Teori ini dikembangkan oleh Fama (1970) yang menjelaskan bahwa efisien yang dimaksud disini yaitu dalam hal informasi, jadi seberapa cepat dan lengkap harga sebuah sekuritas merespon informasi yang relevan.

Efisiensi pasar modal digolongkan ke dalam tiga macam bentuk informasi yaitu
(1) informasi masa lalu,
(2) informasi sekarang yang akan dipublikasikan, dan
(3) informasi privat, sebagaimana berikut:

Pertama, efisiensi pasar bentuk lemah (weak form). Pasar dikatakan efisien dalam bentuk lemah jika harga-harga saham mencerminkan informasi masa lalu. Berkaitan dengan teori langkah acak (random walk theory) bahwa masa lalu tidak berhubungan dengan nilai sekarang, maka efisiensi dalam bentuk lemah tidak dapat digunakan untuk memprediksi masa sekarang.

Kedua, efsiensi pasar bentuk setengah kuat (semistrong-form).Efisiensi ini terjadi jika harga-harga saham mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan termasuk informasi yang berada di laporan keuangan perusahaan. Informasi yang dipublikasikan berupa:

(a) informasi yang dipublikasikan yang hanya mempengaruhi harga saham dari perusahaan yang mempublikasikan informasi tersebut, misalnya pengumuman laba, pengumuman pembagian dividen, pengumuman merjer dan akuisisi, pengumuman perubahan metode akuntansi, dan sebagainya;

(b) informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga saham sejumlah perusahaan. Informasi ini dapat berupa peraturan pemerintah atau peraturan regulator, yang hanya berdampak pada harga-harga saham pada perusahaan yang memiliki hubungan dengan informasi tersebut.

(c) informasi yang dipublikasikan yang mempengaruhi harga-harga saham pada semua perusahaan yang terdaftar di pasar modal. Informasi ini dapat berupa peraturan pemerintah atau peraturan regulator yang berdampak ke semua perusahaan.

Ketiga, efisiensi pasar bentuk kuat (strong form). Pasar dikatakan efisien dalam bentuk kuat jika harga-harga saham mencerminkan semua informasi yang tersedia termasuk informasi privat.

Seperti yang dikemukakan tadi, yang dimaksud efisien pada teori ini adalah efisien secara informasi, bukan efisien operasional. Untuk mendapatkan kondis efisien secara informasi, ada beberapa hal yang harus dipenuhi, seperti:
 
Informasi yang diperoleh harus tanpa biaya dan harus tersedia bagi semua yang berhubungan dengan pasar modal dan pada saat yang bersamaan. Maksudnya semua pelaku pasar modal menerima informasi secara merata dalam waktu yang sama. Tidak ada yang menerima informasi tersebut lebih lambat atau lebih cepat dari yang lainnya.
 
Investor secara individu tidak mampu dan tidak bisa mempengaruhi harga sekuritas.
 
Pelaku pasar seluruhnya bertindak rasional. Semua pelaku pasar menginginkan hasil yang maksimal.
 
Tidak ada biaya pajak, biaya transaksi dan biaya biaya yang menghambat lainnya.

Tentu syarat syarat tersebut sangat sulit untuk dipenuhi, itulah kelemahan dari teori pasar modal efisien. karena nyatanya, informasi mengandung biaya dalam memperolehnya, investor bisa mempengaruhi harga saham,tidak semua pelaku pasar modal bertindak rasional dan sudah barang tentu adanya biaya transaksi dan pajak yang harus dibayarkan.

Teori Struktur Modal (Capital Structure Theory)

Teori struktur modal adalah hal yang berhubungan dengan keseimbangan antara modal dan utang perusahaan (utang jangka panjang). Teori ini diperkenalkan oleh Merton Miller (MM) dan Francisco Modigliani ditahun 1958.

Teori ini menjelaskan bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba dimasa yang akan datang. Dengan asumsi tidak ada pajak.

Nantinya, kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba akan berpengaruh pada besar kecilnya dividen yang akan dibayarkan kepada pemegang saham. Apabila kemampuan menghasilkan laba tinggi, harga saham akan mengalami kenaikan.

Jadi menurut teori struktur modal ini, strukture modal tidak relevan apabila dihubungankan dengan naik turunnya harga saham perusahaan.

Seiring berjalannya waktu, toeri ini kemudian dikembangkan dengan tidak lagi mengabaikan faktor pajak. Dengan adanya pajak, maka harga saham atau nilai perusahaan bisa dipengaruhi oleh struktur modal perusahaan.

Semakin tinggi utang perusahaan maka semakin tinggi harga saham perusahaan. Mengapa ?

Setiap utang akan mengandung bunga. Bunga utang yang dibayarkan bisa mengurangi pajak yang harus dibayarkan oleh perusahaan. Adanya penghematan pajak ini adalah keuntungan bagi pemegang saham.
 

Teori Manajemen Keuangan

Teori Dividen (Dividend Theory)

Teori dividen menyatakan bahwa pembagian dividen kepada pemegang saham tidak ada pengaruhnya terhadap harga saham atau nilai perusahaan. Teori ini yang diperkenalkan oleh Modigiani dan Miller

Nilai perusahaan ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengelola aktiva hingga menghasilkan laba bersih. Bukan ditentukan oleh kebijakan pembagian dividen. Besar kecilnya dividen yang dibayarkan tidak relevan bila dihubungkan dengan nilai perusahaan.

Dengan adanya pembayaran dividen, laba ditahan akan menjadi berkurang. Kebutuhan dana perusahaan tidak lagi bisa dipenuhi oleh laba ditahan.

Alternatifnya, menurut teori ini, perusahaan bisa menerbitkan saham baru untuk memenuhi kebutuhan dana. Tentu persentase kepemilikan saham bisa berubah dan akan menurunkan nilai perusahaan. Maka pembayaran dividen hanya akan memindahkan atau membagi risiko dari pemegang saham yang lama kepada pemegang saham yang baru.

Teori Diskonto Aliran Kas (Cashflow Discounted Theory)

Teori keuangan ini berangkat dari konsep nilai waktu uang (time value of money). Teori Diskonto aliran kas ini ingin menunjukkan apakan sebuah investasi menguntungkan atau tidak bila dikaitkan dengan nilai waktu uang.

Aliran kas perusahaan yang akan diperoleh dimasa mendatang bisa dinilai sekarang dengan menggunakan faktor diskonto.

Nilai uang setiap tahun akan menurun karena inflasi. Dulu uang Rp 1.000 sudah bisa membeli mie instan, namun sekarang sudah tidak bisa membeli mie instan lagi dengan merk yang sama. Itu hanya contoh kecil saja yang menggambarkan bahwa inflasi bisa terjadi setiap tahun dan nilai uang akan mengalami penurunan.

Tingkat bunga merupakan salah satu contoh faktor diskonto. Proses menilai aliran kas dimasa mendatang disebut dengan pendisontoan aliran kas (cashflow discounted). Proses pendiskontoan aliran kas terdiri dari :

Estimasi aliran kas dimasa depan
Penilaian resiko aliran kas dimasa depan
Menganalisa penilaian risiko dikaitkan dengan aliran kas
Penentuan nilai sekarang (present value) dari aliran kas

Metode diskonto aliran arus kas juga memperhatikan tingkat resiko aliran kas, return investasi dan jangka waktu investasi.

Kelemahan teori diskonto aliran kas ini adalah berdasarkan prediksi aliran kas, yang namanya prediksi ada kemungkinan prediksi tersebut tidak tepat. Prediksi yang tidak tepat maka langka investasi yang diambilpun menjadi tidak tepat pula.

Teori Portofolio (Portofolio Theory)

Teori portofolio menjelaskan bahwa risiko bisa dikurangi yaitu dengan cara mengkombinasikan aktiva/aset ke dalam sebuah portofolio. Teori portofolio ini diperkenalkanoleh Harry Markowitz, peraih nobel ekonomi ditahun 1990.

Risiko investasi bisa dikurangi dengan menginvestasikan dana yang dimiliki pada berbagai jenis investasi. Tidak pada satu jenis investasi saja. Jadi ketika sebuah investasi tidak menghasilkan sesuai dengan apa yang diinginkan, masih ada investasi yang lain yang bisa menutupi investasi yang tidak sesuai dengan harapan tersebut.

Risiko investasi pada satu aset secara individu tentu lebih besar daripada risiko investasi pada beberapa jenis aset. Namun teori portofolio tidak menperhitungkan dengan jelas adanya hubungan risiko investasi dengan hasil atau return investasi.

Penutup

Setelah kita simak, ternyata dari beberapa teori manajemen keuangan di atas semua ada kelemahan dan kelebihannya. Teori manajemen keuangan mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu.

Masih banyak teori manajemen keuangan yang belum terbahas dalam artikel ini. Apakah kalian mengetahui teori apa saja itu? Kalian bisa tuliskan dikolom komentar ya…

Baca juga artikel saya tentang “Pentingnya Manajemen Keuangan dalam Kehidupan Sehari-Hari"

21 komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Semoga sudutpandangnovita dapat membuat readers nyaman.

Ditunggu celotehnya dikolom komentar, namun jangan tinggalkan link hidup ya... 😊
  1. Menarik banget ya mempelajari teori keuangan gini. Banyak lagi teorinya. Sebagai awam sama keuangan teori kaya gini bisa aku analisis dan juga terapkan dalam kehidupan sehari-hari ya mbak.

    BalasHapus
  2. Bagi saya yang belajarnya manajemen keuangan otodidak ilmunya yang dibagi bermanfaat banget mbak, saya jadi lebih paham, semakin penasaran belajar keuangan lagi

    BalasHapus
  3. Baca tulisan ini jadi inget masa-masa perkuliahan hehe. Jadi kangen kuliah deh.

    BalasHapus
  4. Mantab mba, belajar manajemen keuangan juga perlu teori juga ya biar ga salah langkah

    BalasHapus
  5. Berasa lagi kuliah manajemen keuangan secara gratis nih. Jadi banyak ilmu, ternyata teori manajemen banyak juga ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kan mbak, cara penyampaiannya ituloh kayak dosen yang lagi ngajar ke mahasiswanya. Bedanya kalo kuliah harus lewat buku atau jurnal, ini akses dari blog langsung bisa dapet ilmu gratis. :)

      Hapus
  6. mampir blogwalking nih ... wah baca artikel ini jadi ingat waktu masih kuliah di STIE hehehe... ilmu memang tetap bermanfaat ya. terima kasih sdh membuat konten ini. waktu kuliah dulu, mau cari informasi, harus beli buku atau ke perpustakaan. sekarang jauh lebih mudah, karena media blog, informasi bisa diakses setiap waktu di mana saja. keren sih. thumbs up!

    BalasHapus
  7. Artikel menarik tentang manajemen keuangan. Keuangan yang sehat harus dikelola dengan baik agar terhindar dari pengeluaran yang tidak perlu dan utang. Background saya juga dari manajemen kewirausahaan dan bikin artikel manajemen juga, seperti manajemen waktu. Oh ya saya follow blog ini ya. Thx

    BalasHapus
  8. Wah terima kasih jadi tahu lebih banyak tentang teori manajemen keuangan, yang pastinya salah satu sangat bermanfaat untuk ibu rumah tangga seperti saya, memiliki manajemen keuangan tentunya akan membuat keluarga bisa merencanakan keuangan dengan baik dan apa yang menjadi tujuan masa depan bisa terwujud.

    BalasHapus
  9. Ingat-ingat lupa dengan beberapa teori di atas. Dulu pernah membacanya saat belajar teori keuangan. Sekarang saat tahu seperti ini jadi pengen belajar lagi aja

    BalasHapus
  10. Wah ini lengkP banget penjelasannya, bisa belajar ekonomi dengan mudah dipahami dari artikel inj

    BalasHapus
  11. Artikelnya lengkap kak, saya jadi tau teori-teori keuangan. Bagi saya merupakan ilmu baru, karena dulu saya kukiah di bidang peetanian. Terima kasih sharingnya, ditunggu artikel-artikel lain tentang keuangan.

    BalasHapus
  12. Banyak ya ternyata teori manajrmen keuangan itu. Dari beberapa teori keuangan ini kita bisa tahu bahwa inflasi itu pasti terjadi ya. Sesuatu yang nggak bisa dihindarkan.

    BalasHapus
  13. Menarik untuk dibaca, terutama karena saya menggunakan manajemen keuangan by udik, yang artinya cara tradisional. Harus upgrade diri nih :)

    BalasHapus
  14. Pembahasan teori manajemen keuangan yang menarik. Saya sendiri jujur sedikit paham pada 2 teori terakhir, yakni diskonto dan portofolio. Setelah dibaca lebih dalam dan diresapi, teori terakhir, saya rasa jadi salah satu kunci sukses Hartono Bersaudara

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga setuju, mereka sukses melebarkan sayap bisnisnya dari yang awalnya perusahaan petasan ke industri tembakau, olahraga, dan bahkan perbankan.

      Hapus
  15. Ternyata ini belum semua, ya, masih banyak teori keuangan yang lain. Sepakat, Mbak. Segala sesuatu pasti ada sejarahnya dan biasanya kalau mengetahui sejarahnya, kita bisa lebih paham mengenai teori-teori yang terbentuk.

    BalasHapus
  16. JAdi ingat masa kuliah dan kerja dulu, kebetulan banget kerjanya di bidang manajemen, dan baca ini berasa kayak sedang belajar lagi sekaligus mengingatkan

    BalasHapus
  17. Jujurly, aku awam banget soal keuangan dan bisnis begini. Artikel ini bener-bener menambah insight buatku, makasih mbak sharingnya. Jadi tau kalo ternyata teori manajemen keuangan itu banyak sekali, kalau dipelajari betul-betul kayaknya seru nih, bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata sangat menarik sekali ya mengetahui berbagai jenis teori manajemen keuangan. Dari salah satu teori keuangan yaitu teori portofolio , kita bisa belajar cara mengatasi inflasi adalah dengan menginvestasikan modal kedalam beberapa instrument investasi. Benar begitu ya mbak?

      Hapus
  18. Serasa ngambil beberapa Saat SKS kuliah ekonomi dan manajemen keuangan nih. Seru juga sepertinya belajar manajemen keuangan, ya

    BalasHapus